ForKat

Forum Katolik, for you and for me
 
IndeksCalendarFAQGroupPendaftaranLogin

Share | 
 

 Kitab Suci Sebagai Sarana Memperbaharui Relasi (Injil Markus 10:46-52)

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
glenX
Admin
avatar

Jumlah posting : 134
Reward Points : 168
Join date : 22.10.09

PostSubyek: Kitab Suci Sebagai Sarana Memperbaharui Relasi (Injil Markus 10:46-52)   25.10.09 23:53

Kitab Suci sebagai sarana memperbaharui relasi

Injil Markus 10:46-52

"Rabuni, semoga aku melihat.
"


Pada suatu hari Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Yerikho. Ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan. Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!" Banyak orang menegornya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: "Anak Daud, kasihanilah aku!" Lalu Yesus berhenti dan berkata: "Panggillah dia!" Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: "Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau." Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus. Tanya Yesus kepadanya: "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab orang buta itu: "Rabuni, supaya aku dapat melihat!" Lalu kata Yesus kepadanya: "Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!" Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus

Kisah yang kita lihat diatas, yang menjadi pusat perhatian yaitu Bartimeus, situasinya Bartimeus buta, duduk di pinggir jalan, kalau kita lihat pada ayat ke 52, bahwa Bartimeus yang buta melihat kemudian mengikuti Yesus sampai Yerusalem. Bartimeus tergerak, dengan menyebut Yesus anak Daud. Bagaimana ia dapat nama itu? Tentu itu muncul dari pribadinya, dari imannya.Sebutan ini bagai memperdengarkan pengharapan bahwa Yesus adalah Mesias. Ada relasi dengan Yesus yang begitu dekat, kemudian memanggil Rabuni, Tuhanku, ini relasi yg begitu makin dekat, siapakah Yesus itu dalam kehidupan Bartimeus.

Bagaimana juga Bartimeus yang mengalami "pewahyuan", yang kemudian percaya kepada Yesus, kemudian mulai bergerak mendekati Yesus dan menanggalkan jubahnya. Dengan kesadarannya sendiri Bartimeus menanggapi kasih karunia itu dengan mengikuti Yesus. Tanpa harus diminta.

yang perlu direnungkan,
Janganlah kita menghalangi orang lain untuk datang kepada Yesus Kristus,
percayalah apapun hambatannya pasti akan dilalui, bagi yang sudah percaya kepada Yesus, jangan menghambat orang lain untuk datang kepada Yesus Kristus. Seperti yang ada dalam bacaan diatas, orang menghambat orang lain datang kepada Yesus. Sabda Tuhan yang menyembuhkan dan menyelamatkan kita. Injil menyampaikan Yesus yang menyembuhkan pengemis, Bartimeus yang buta. Melalui sabda-Nya, Yesus membuat Bartimeus sembuh dan melihat

Kadang relasi kita dengan Tuhan menjadi jauh, ketika kita memiliki permohonan, kemudian tak terkabul. Kalau kita minta sesuatu, setahun belum terkabul, mungkin Tuhan baru berhenti mendengarkan, misal permohonannya mendapat pekerjaan, bagaimana dengan pekerjaan itu tidak semata2 keinginanku sendiri tetapi juga kehendak dari Tuhan. Kita diajak semakin peka menyapa Tuhan, lalu kemudian kita beriman semakin dalam, kemudian Tuhan akan mengabulkan doa kita. Apa yang kita inginkan pasti didengarkan oleh Tuhan, seperti Bartimeus, permintaan dia pertama kali kelihatan orang sekitar yang mendengarkan, tahap berikutnya, "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Bagaimana proses meminta kepada Tuhan, seharusnya kita makin beriman kepada-Nya, yang jadi Tuhan itu siapa, yang meminta atau yang dimintai. kalau kita meminta kepada Tuhan, kemudian belum dikabulkan kita harus semakin beriman lebih lagi. Jangan sampai kalau permohonan kita tidak terkabul kita ngambek.

Apa yang terjadi pada zaman Bartimeus dengan zaman sekarang?
Kita harus menyadari, sebagai orang dibaptis, baptisan itu akan menjadi berkat apabila kita sebagai rasul-rasul pada zaman sekarang bisa mengajak orang kepada Yesus. Bukan menghalanginya.

Kesimpulan:
Kisah Bartimeus ini sekaligus pernyataan iman, sekaligus pengakuan iman yang dilakukan oleh Bartimeus kepada Yesus sendiri. Kata-kata Rabuni, ini menjadi personal, Bartimeus berani untuk mendekati Yesus, meskipun banyak orang menghalangi dia. Marilah semakin kita mencintai dan mencintai Kitab Suci, agar kita dapat diubah oleh Yesus sendiri melalui kesaksian-kesaksian pewartaan iman yang ditulis oleh para murid pada waktu itu.


Mutiara Sabda@ 24 Mei 2009, Metta 104.7
Rm. Yohanes Kristianto, Pr dari Komisi Kitab Suci Kevikepan Surakarta- dkk
Kembali Ke Atas Go down
http://forkat.findtalk.biz
 
Kitab Suci Sebagai Sarana Memperbaharui Relasi (Injil Markus 10:46-52)
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» Manfaat Brokoli sebagai Obat Kanker Prostat
» Quora Telah hadir sebagai Pesaing Twitter

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
ForKat :: :: FORUM UTAMA :: :: Forum Diskusi-
Navigasi: